Banyuasin,Orbitnews.co.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banyuasin melaksanakan inspeksi mendadak ke PT Swarna Cinde Raya sebagai langkah nyata dalam menindaklanjuti laporan masyarakat Desa Pangkalan Benteng mengenai dugaan sengketa lahan serta permasalahan ketenagakerjaan. Kegiatan penting ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Banyuasin, Bapak Abdul Rais, S.M., dengan didampingi oleh Wakil Ketua III DPRD Banyuasin, Bapak H. Ledy Risdyanto, beserta jajaran anggota DPRD lainnya yaitu Bapak Zulfahmi, Bapak Suistiqlal Efendi, S.E., M.Si., dan Bapak Dedi Marus, S.E. (Senin,19 Januari 2026)
Selama proses sidak berlangsung, para wakil rakyat mendengarkan secara mendalam penjelasan dari pihak manajemen perusahaan sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan keluhan warga yang merasa dirugikan terkait kepemilikan lahan maupun pemenuhan hak tenaga kerja lokal. Ketua DPRD Banyuasin menegaskan bahwa “kehadiran mereka merupakan bentuk komitmen lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan demi memastikan hak masyarakat tetap terlindungi”. Beliau menyampaikan bahwa “setiap laporan harus ditangani secara serius guna mencegah munculnya konflik berkepanjangan di tengah masyarakat”.
Lebih lanjut, Abdul Rais menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara adil dan transparan serta meminta pihak perusahaan untuk bersikap kooperatif dengan mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Banyuasin, H. Ledy Risdyanto, memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses penyelesaian ini hingga ditemukan solusi konkret yang berpihak pada kepentingan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melalui upaya inspeksi mendadak ini, DPRD Banyuasin berharap dapat membangun pola komunikasi yang lebih harmonis antara pihak perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah. Harapan besarnya adalah agar seluruh permasalahan yang ada dapat diselesaikan melalui mekanisme musyawarah yang mufakat sehingga tercipta iklim investasi yang sehat tanpa merugikan hak-hak warga setempat.




