Orbitnews.co.id Palembang- terkait Pengecoran jalan yang tidak ada Pemasangan Plang proyek dalam pelaksanaan pekerjaan yang selama ini sering terjadi seperti Cor Rambat Beton di jalan Garuda jaya di RT.09. RW.03 kelurahan talang betutu kecamatan Sukarami kota Palembang,Sumatra selatan. Jum’at (15/10/21)
Dalam Pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan jalan Cor Rambat beton tersebut diduga proyek siluman we Gombel dengan Tampa Papan Nama yang di pasang dengan langgar (KIP) UU NO 14 tahun 2008 keterbukaan informasi publik
Pasalnya Dari hasil temuan Kross cek dan pantauan tim awak media di lapangan hari Rabu (13/10/21) dengan tidak di temukannya Plang proyek pada pelaksanaan di lokasi pada saat itu juga dijumpai dari pengawas proyek jalan yang katakan untuk plang proyek ada dalam mobil dan segera kita akan pasang serta dengan perkiraan nilai dana mencapai 2.M. dan lebar enam meter panjang kurang lebih satu kilometer dan pengecoran tersebut dari salah satu anggota dewan propinsi.ujarnya ngambang
Adapun” ,dari narasumber salah satu warga (wt) namanya tidak mau disebut sampaikan sebelumnya jalan tersebut pernah dicor, karena juga sering dilewati oleh mobil besar cepat hancur sempat keluhkan tidak ada di pasang besi takutnya jalan tidak tahan lama.ucapnya
Saat dihubungi Bastari sebagai kepalak dinas PUPR Palembang di komfirmasi melalui via WhatsApp sampai berita ini tayang seakan tidak mau memberikan hak jawabnya hanya menyampaikan akan dihubungi oleh PPK. jelasnya. Bastari pesan singkat
Sementara Syamsudin ketua aliansi Indonesia Sumsel angkat bicara sangat Mengecam keras terlalu kejam karena selama ini melakukan pembohongan haklayak publik oleh para oknum dengan sengaja tidak melihatkan PaPan Nama informasi proyek seakan takut nilai sumber dana yang diketahui padahal jelas tertuang Tampa pemasangan papan nama proyek merupakan melanggar (KIP) No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik,karena tidak sesuai dengan amanat undang-undang dan peraturannya.
Lanjutnya..ini adalah tugas pihak-pihak terkait yang mana jangan hanya duduk diam seolah butakan mata serta tulikan telinga,,dan juga tetap semangat bersama ikatkan pinggang dalam pengawasan sistim kontrol terhadap pemerintah yang gunakan uang negara RI dengan bentuk tindakan unjuk rasa (Demo) kita bagian masyarakat. Tegasnya Syamsudin dengan lantang. (RED)




