24.1 C
Indonesia
Jumat, April 24, 2026

Diduga Penerima PIP Murid SMPN 11 Palembang Terima buku Tabungan SD Dananya Rp.375.000 Ribu Rupiah

Must read

Palembang ,Orbitnews.co.id-Program pemerintah penyaluran bantuan untuk dunia pendidikan salah satunya program Indonesia pintar (PIP) yang diberikan bagi siswa/siswi yang tidak mampu upaya pencegahan  putus sekolah supaya memenuhi bisa membeli perlengkapan segala yang dibutuhkan peserta didik khususnya di SMP negri 11 kota palembang. Talang betutu kecamatan Sukarami prov Sumatra selatan. Selasa (28-12-2021).

Terkait keluhan penerima bantuan PIP dari narasumber wali murid yang merasa kecewa dan sangat kesal (ES) yang tidak mau dilampirkan namanya, dugaan kejadian seperti ini sering terjadi di sebabkan tidak ada kejelasnya dan transfaran dalam bantuan PIP yang mana penerima peserta didik hingga lulus sekolah dasar belum pernah menerima Sama sekali dananya tersebut , sampai berlanjut juga di SMP sebagai penerima bantuan peserta didik dengan melengkapi berkas sebagai penerima bantuan program indonesia pintar (PIP) tapi dialami berbeda dari harapan dan kenyataan di lapangan sama program pemerintah selama ini.

“Lanjutnya “(Es) kenapa tidak dengan adanya bantuan dana yang sangat di harapkan sekali bisa membantu dan juga anak kami selaku penerima (PIP)  yang dalam pengambilannya dilakukan kolektif disekolah SMPN 11 palembang , tapi sangat anehnya hanya dua murid termasuk anak kami yang menerima dana sebesar Rp.375.000 ribu rupiah kemudian murid yang belum menerima pun ada karena Uang di ATM kosong dan untuk yang lainnya terima jumlah Rp.750.000 ribu rupiah dan ada murid wajahnya mirip alias kembar terima juga sama.

Cetuss..” nya lagi pada saat itu langsung kita pertanyakan kenapa hanya tiga ratus tujuh lima ribu kepada guru yang bagikan dana PIP di sekolah dan katanya di karena sudah pernah menerima bantuan di SD serta kembali lagi pada rezeki dapat besar atau kecil dan setelah sampai di rumah kita kroscek ternyata yang diberikan buku tabungan anak kita SD yang selama ini belum terima sama sekali dananya dan untuk buku tabungan PIP SMP bersama dananya anak kami kemana. Ungkapnya.

Ratna sebagai kapsek saat di konfirmasi mengatakan bersama guru membenarkan penerima PIP diambil secara kolektif di sekolah, dan telah di cek nama penerima peserta didik ada di daftar data sekolah serta mengenai dana saldo buku tabungan kita dapat dari pihak bank BRI unit km 12 pihak BRI yang akan menjelaskan, dan kemudian dari pengajuan yang  sudah melengkapi memiliki buku pasti dapat belum tentu juga karena proses yang menentukan dari kementerian. Ucapnya

“Tambahan juga dari operator sekolah Suwarno untuk teknisnya kalau penyaluran dan penarikan itu pihak bank serta dinas sosial dan juga kalau perdana biasanya dapatnya setengah untuk tahun berikutnya setengahnya lagi. jelasnya

Sementara itu dari pihak bank BRI unit kantor cabang pembantu (KCP) Alpin menyampaikan fungsi kita hanya menyalurkan di sesuaikan tabungan yang ada untuk ketentuan dapat dari pemerintah dan dinas pendidikan selaku buat aturan dan sebagainya kita hanya mencairkan yang ada di tabungan dengan pemerintah yang membuat aturan distribusikan dinas pendidikan di teruskan ke sekolah.

Trussnya lagi kita tidak bisa jelaskan karena dinas pendidikan selaku membuat aturan kita hanya menyalurkan begitu datanya lengkap namanya ada kita cairkan dan memang beberapa sering terjadi dan pihak kita juga tidak ada pemotongan satu rupiahpun. Masalah saldo dapat Rp.375.000 ribu dan buku tabungan SD yang keluarnya di SMP dan kemana buku tabungan dan uangnya kami tidak bisa jelaskan kemana-mana tidak berhak juga memberitahukan tidak ada yang perlu dijelaskan karena bukan kita yang bikin aturan berbeda seperti tabungan BRI yang biasa. Katanya. (Red/Alek)

About Post Author

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article